Kenali Penyebab Dan Gejala Demam Berdarah Yang Perlu Anda Waspada

Nyamuk Aedes Aegepthy Demam Berdarah

Demam berdarah adalah salah satu jenis penyakit yang sebenarnya tidak menular, sangat berbeda dengan penyakit flue, diare, muntaber ataupun tipes yang bisa menular dengan sangat cepat saat penderita melakukan kontak dengan orang lain. Namun pada kenyataannya saat satu orang menderita penyakit demam berdarah maka akan sangat mudah sekali menyebar sehingga sering kali satu daerah tertentu mengalami wabah penyakit yang sama. Kondisi ini bukan karena penularan dari si penderita, melainkan ulah dari nyamuk Aedes Aegepty yang sudah terkena infeksi virus dengue. Penderita semakin bertambah banyak di setiap harinya dikarenakan jumlah nyamuk tersebut yang juga tidak sedikit. Penyakit demam berdarah atau yang juga dikenal dengan DBD ini memang cukup unik, gejala yang ditimbulkannya tidak langsung terlihat sesaat setelah seseorang tergigit oleh nyamun Aedes Aegepty, melainkan baru akan terlihat minimal 7 hari setelahnya. Hal tersebut dikarenakan virus dengue masih dalam masa inkubasi.

Karena selang waktu yang cukup lama tersebut, tidak sedikit penderita yang tiba-tiba menjadi sangat lemah tak berdaya karena kadar trombosit dalam darah yang menurun drastis. Normalnya trombosit dalam tubuh manusia sehat adalah 200.000 hingga 400.000 Mel, dan akan menjadi satu masalah kesehatan yang sangat serius ketika jumlah trombosit dalam darah kurang dari 100.000 Mel, dan inilah yang terjadi pada tubuh penderita demam berdarah.

Kondisi ini tentu tidak aman bagi keselamatan manusia, sebab jika dibiarkan tanpa penanganan yang tepat maka darah akan sangat encer dan akan berusaha mencari jalan keluar baik melalui lubang-lubang yang ada pada tubuh bahkan bisa keluar melalui pori-pori kulit.
Untuk mewaspadai demam berdarah sejak dini, selain sangat diperlukan adanya tindakan pencegahan yakni menjaga kebersihan lingkungan, upaya lain yang bisa meminimalisir kemungkinan buruk bagi penderita demam berdarah adalah dengan mengenali gejala-gejala umum ketika seseorang positif terkena demam berdarah.

Gejala Demam Berdarah

• Demam Tinggi
Demam adalah satu tanda bahwa di dalam tubuh seseorang sedang mengalami hal yang kurang baik, demam yang diderita oleh pasien demam berdarah sedikit berbeda dengan demam-demam biasa. Dalam dunia kedokteran, demam ini biasa disebut dengan pelana kuda. Sebab demam tinggi yang diderita oleh pasien demam berdarah memang tidak terus-menerus mengalami peningkatan dalam satu waktu, melainkan terdapat jeda yang membuat penderita merasa seolah-olah sembuh.
Demam tinggi ini akan terjadi setelah masa inkubasi, yakni tiga atau tujuh hari setelah digigit oleh nyamuk Aedes Aegypti, penderita akan mulai merasakan ketidaknyamanan dan badan mulai terasa panas, fase pertama ini akan berlangsung kurang lebih selama 3 hari, suhu tubuh akan meningkat hingga 40 derajat celcius yang secara otomatis akan membuat tubuh menjadi sangat lemah dan tidak nyaman.
Fase kedua pasien seolah-olah sembuh karena suhu tubuh kembali normal, padahal sebenarnya tidak sama sekali. Justru pada fase tersebut trombosit dalam darah akan mengalami penurunan yang signifikan dalam waktu singkat. Fase ketiga, penderita demam berdarah akan merasakan suhu tubuh kembali meningkat.

• Pusing dan sakit kepala
Rasa pusing yang sangat hebat akan dialami oleh penderita demam berdarah dan rasa tersebut akan berbarengan dengan demam tinggi.

• Mual disertai muntah
Inilah gejala demam berdarah yang sering membuat dokter merasa ragu dalam mendiagnosa, apakah pasien sedang menderita tipes ataukah demam berdarah. Sebab baik penyakit tipes maupun demam berdarah akan menimbulkan satu gejala yang sama yakni mual dan disertai muntah. Hal ini dikarenakan sifat alamiah tubuh manusia yang akan mengeluarkan asam lambung dalam jumlah besar ketika tubuh terinfeksi virus, dan termasuk di dalamnya adalah virus yang menyebabkan penyakit tipes maupun demam berdarah.

• Muncul bintik merah
Dalam tahap yang lebih serius, penderita demam berdarah akan mendapati adanya banyak bintik merah yang muncul pada permukaan kulit. Tanda-tanda ini biasanya juga dialami oleh penderita penyakit tipes.

• Badan terasa lemah
Penderita demam berdarah akan mengalami rasa lemah yang luar biasa, hal ini dikarenakan oleh semakin menurunnya kadar trombosit dalam darah dan juga suhu tubuh yang cenderung tinggi.

• Pendarahan
Inilah satu-satunya gejala demam berdarah yang berdiri independen dan tidak lagi dikaitkan dengan penyakit tipes. Pendarahan baik melalui lubang tubuh ataupun kulit menjadi satu indikasi bahwa trombosit dalam darah mengalami penurunan yang sangat signifikan. Dengan kondisi tersebut pembuluh darah dalam tubuh menjadi mudah sekali mengalami pecah sehingga rentan mengalami pendarahan, bagi penderita demam berdarah disarankan untuk tidak menyentuh gusi, sebab di area tersebut pembuluh darah akan mudah sekali mengalami kerusakan.

Mengingat bahwa gejala demam berdarah yang seringkali seolah mirip dengan penyakit lain seperti tipes, umumnya dokter akan menyarankan untuk melakukan uji laboratorium dengan cara mengambil sample darah pasien, dengan cara ini dokter akan lebih tepat dalam mendiagnosa pasien sehingga penanganannya pun akan lebih cepat.