Kenali Penyebab Dan Gejala Penyakit Malaria Pada Tubuh Anda

285 views

Nyamuk Anopheles Penyebab Malaria

Malaria merupakan satu jenis penyakit yang akan banyak dijumpai di negara-negara tropis dan salah satunya adalah Indonesia. Keganasan dari penyakit Malaria hampir setara dengan penyakit demam berdarah. Sumbernya pun sama yakni berupa gigitan nyamuk yang sudah terinfeksi oleh virus. Bedanya adalah jika demam berdarah disebarkan oleh nyamuk Aedes Aegepty, maka penyakit Malaria hanya disebabkan oleh nyamuk Anopheles betina saja. Parasit yang ditularkan oleh nyamuk Anopheles dikenal dengan nama Plasmodium, efek bahaya dari terinfeksinya parasit tersebut memang cukup besar sebab Plasmodium langsung menyerang organ vital tubuh manusia yakni sel-sel hati. Sehingga secara otomatis serangan yang dilakukan oleh virus tersebut menjadi lebih kuat dan bisa mempengaruhi sel darah merah dalam jangkauan yang lebih luas dan dalam waktu yang sangat cepat.

Pada kelanjutannya, penderita Malaria akan merasakan demam yang merupakan reaksi alami dari tubuh yang sedang terserang virus. Selain demam tinggi, ada juga beberapa gejala dari penyakit Malaria yang penting untuk diketahui, diantaranya adalah sebagai berikut.

Gejala Malaria
Seseorang yang telah tergigit oleh nyamuk Anopheles tidak langsung mengalami gejala-gejalanya secara signifikan, sebab virus tersebut masih mengalami fase inkubasi terlebih dahulu. Faktor lain yang mempengaruhi kemunculan gejala malaria adalah daya tahan dari penderita itu sendiri, semakin kuat daya tahan tubuh dari seseorang maka akan semakin lambat pula kemunculan gejala-gejala Malaria.

• Demam tinggi, berkeringat dan menggigil
Demam memang hampir selalu menyertai seseorang yang sedang tidak dalam kondisi sehat, namun khusus untuk demam yang diderita oleh pengidap penyakit Malaria memang sedikit berbeda. Selain suhu tubuh yang mengalami kenaikan cukup tinggi, penderita juga akan menggigil dengan hebat. Selanjutnya tubuh akan mengeluarkan keringat dalam jumlah yang cukup banyak yang merupakan proses pelepasan panas. Pada tahapan ini untuk selanjutnya suhu tubuh pasien akan mengalami dua hal kemungkinan, yakni menjadi normal kembali atau justru menjadi lebih rendah sehingga penderita Malaria akan mengalami rasa dingin yang hebat.
Demam yang cukup menyiksa tersebut akan muncul beberapa jam sekali tergantung pada jenis parasit plasmodium yang ada dalam sel darah merah penderita. Demam dan menggigil disertai keringat akan muncul setiap 48 jam sekali jika penderita terinfeksi oleh plasmodium falciparum, vivax dan ovale. Sementara itu untuk penderita yang terinfeksi oleh plasmodium malariae akan mengalami demam dalam intensitas yang tidak terlalu sering yakni 72 jam sekali.

• Nyeri otot dan sakit kepala
Sebenarnya rasa nyeri otot maupun sakit kepala pada penderita malaria ini merupakan efek dari perlawanan sistem imun tubuh yang berjuang untuk mengalahkan parasit plasmodium. Secara alami tubuh akan mengeluarkan senyawa yang disebut Sitokin, senyawa tersebut sangat bermanfaat untuk mempertahankan kondisi tubuh penderita malaria, tetapi efek negatif yang muncul adalah rasa nyeri tidak hanya pada otot melainkan juga pada tulang, disusul lagi dengan rasa sakit kepala yang amat sangat.

• Mudah lelah dan tubuh terasa lemas
Pada dasarnya setiap orang sakit akan merasa lemah dan tidak berdaya, tetapi tentu ada penjelasan medis yang lebih ilmiah mengapa kondisi tersebut bisa terjadi. Khusus untuk penderita Malaria, rasa lemah dan mudah lelah memang sangat wajar terjadi, sebab Plasmodium menyerang sel-sel darah merah yang selama ini bertugas untuk membagi-bagikan oksigen pada seluruh tubuh. Jika sel darah merah mengalami kondisi abnormal maka suplai oksigen tentu juga akan berkurang dan akhirnya membuat penderita Malaria merasakan lemah, lemas dan lelah.

• Badan menguning
Perubahan warna tubuh ini memang menjadi indikasi bahwa penyakit malaria sudah cukup parah. Tanda-tanda perubahan warna tubuh menjadi kuning ini memang mirip sekali dengan penyakit liver, sebab memang plasmodium yang disebarkan oleh nyamuk Anopheles lebih dulu menyerang sel hati dan dengan kata lain, kondisi organ vital tersebut sedang tidak baik sehingga jumlah pengeluaran cairan empedu mulai tidak normal.

• Pembesaran Limfa
Limfa bertugas untuk membuat sel darah merah dalam tubuh, selama seseorang terjangkit penyakit malaria maka limfa secara otomatis bekerja dengan jauh lebih kuat untuk membentuk sel darah merah yang baru guna mempertahankan kondisi tubuh. Kegiatan yang terlalu berat tersebut lama-kelamaan membuat limfa mengalami pembengkakan, dan jika sudah pada tahap ini maka penderita malaria harus segera mendapatkan penanganan medis yang lebih serius.

• Hilang nafsu makan dan mual
Penderita malaria akan mengalami penurunan nafsu makan yang cukup signifikan, hal ini dikarenakan oleh kondisi tubuh yang semakin tidak baik, disamping itu perut akan merasakan ketidaknyamanan karena mual yang berlebihan. Pada kasus-kasus tertentu bahkan disertai dengan muntah.

Dengan mengenali gejala-gejala tersebut di atas maka kita bisa melakukan tindakan lebih cepat jika orang di sekitar kita mengalami hal-hal tersebut. Penanganan yang tepat dan cepat jauh lebih diutamakan, mengingat penyakit Malaria adalah salah satu jenis penyakit yang bisa mengakibatkan hal-hal yang fatal.


Leave a reply "Kenali Penyebab Dan Gejala Penyakit Malaria Pada Tubuh Anda"